Definisi "SANTRI"

Definisi ”SANTRI

 

Terlepas dari asal usul kata santri, jika ditelusuri secara mendalam, maka kata “santri” mengandung beberapa arti:

 

Pertama; tiga matahari. Pengertian ini diambil dari kata san dan tri. “san” adalah bahasa inggris yang sudah diIndonesiakan, yang asalnya adalah Sun (matahari). Sedangkan “tri” juga bahasa inggris yang berarti tiga. Sehingga bila disusun, santri mengandung arti “tiga matahari”. Adapun yang dimaksud tiga matahari itu adalah Iman, Islam, dan Ihsan. Ini menunjukkan bahwa santri adalah orang yang berpegang teguh pada Iman, Islam, Ihsan.

 

Kedua; arti santri adalah jagalah tiga hal. Pengertian ini mengambil dari kata “San” dan “Tri” juga. “San” adalah bahasa arab yang sudah di-Indonesiakan, yang berasal dari kata Sun (jagalah). Sedangkan “Tri” adalah bahasa Inggris yang berartikan tiga. Jika disusun, mengandung arti “jagalah tiga hal”. Tiga hal tersebut adalah, (1) jagalah ketaatan kepada Allah, (2) Jagalah ketaatan kepada Rasul-Nya dan (3) para pemimpin.

Ketiga: jika ditulis dengan tulisan arab, maka kata “santri” terdiri dari lima huruf, yaitu : س, ن, ت, ر, ي. Artinya ialah:

 

·         سِيْنَ  (sin) asalnya yaitu سَتْرُ الْعَوْرَةِ  (menutup aurat). Arti ini memberi kepahaman bahwa santri termasuk orang yang selalu menutup aurat sekaligus berpakaian sopan.

·         نُوْن (nun) asalnya  نَهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِadalah (meninggalkan maksiat). Pengertian ini menunjukkan bahwa kata santri adalah orang yang meninggalkan perbuatan maksiat.

·          رَاءْ(ra’) asalnya ialah تَرْكُ الْمَعَاصِيْ(menjaga diri dari hawa nafsu). Ini berarti para santri adalah orang yang selalu menjaga hawa nafsunya, agar tidak terjerembab dalam kenistaan.

·         )  ياَءْ Ya) asalnya yaitu  يَقِيْنٌ(yakin/mantab). Hal ini memberi pemahaman bahwa santri adalah orang yang selalu yakin dan mantap dengan cita-citanya. Karena para santri umumnya meyakini salah satu kandungan ndham imrithi:

 

إِذِ الْفَتَي حَسْبَ اِعْتِقَاَ دِهِ رُ فِعْ  *  وَ كُلُّ مَنْ لَمْ يَعْتَقِدْ لَمْ يَنْـتَفِعْ

 

Artinya: “ketinggian derajat pemuda, tergantung pada keyakinannya. Setiap orang yang tidak mempunyai keyakinan, maka ia tidak ada gunannya”.

 

Santri menurut ulama Jawa memiliki makna yang cukup luas untuk ditelusuri

1. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.

2. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.

3. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan.

4. Ra(ر)  adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.

5. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.


http://santrinulis.com/tulisanke-540-Definisi-Santri.html

Maaf: Sebuah Kata Ajaib

http://1.bp.blogspot.com/_TwO5ABe8nKA/TSbCwlpmr4I/AAAAAAAAAIY/mvB9UJThnzE/s400/maaf.jpg    Suatu saat, pada zaman Pungli, aku pernah ditilang polisi. STNK aku tunjukkan tapi aku berterus    terang bahwa aku tidak punya SIM. Si Polisi tampak marah.

"Seharusnya Anda boleh naik motor setelah punya SIM agar lebih tahu aturan dan agar tidak ada pelanggaran." Katanya pedas.

Aku diam saja karena memang bersalah. Walaupun aku tidak setuju dengan pendapatnya karena begitu banyak pelanggaran lalu lintas justru "dilaksanakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya" oleh seorang yang sudah punya SIM (dan sudah lulus ujian SIM, pastinya).

Mengamati aku diam saja, beliau jadi semakin jengkel nampaknya.

"Tilang saja ya?"
"Maaf Pak, saya ndak punya uang!"
Sang Polisi geleng-geleng kepala. Mau langsung bertindak tegas terhadapku sepertinya beliau tidak tega.

"Terus bagaimana ini?"
"Ya mohon dimaafkan saja Pak, dan mohon saya dilepaskan!"

Beliau memandangiku lama, menarik nafas panjang dan akhirnya berkata, "Ya sudah sana pergi! Tapi segera urus SIM ya!"

"Ya Pak, Insya Allah. Terima kasih."
Aku langsung kabur secepatnya sebelum Polisi itu berubah pikiran.

Mungkin Polisi itu berpikir lebih baik melepaskan aku karena tidak ada untungnya menahan orang kere lebih lama lagi. Hehehe...

Tapi apapun yang beliau pikirkan, ada satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari  peristiwa ini: bahwa ternyata kata MAAF adalah sebuah kata AJAIB. Renungkanlah hal ini dan mulailah meminta maaf kepada siapapun yang telah Anda sakiti, maka Akan anda lihat sebuah keajaiban terwujud.

Oleh karena itu saudara, maafkan saya! Tak Langkong trettan... Tak langkong gih?

Siapakah Manusia Pertama Yang Menemukan Bahasa?

 

Mengamati Website ini kita akan mendapati suatu hal menarik: adanya fasilitas pengganti bahasa. Entah ada berapa puluh bahasa yang ada dalam databasenya. Jumlah tepatnya silahkan hitung sendiri.
Timbul pertanyaan, komputer saja bisa memahami sekian banyak bahasa, bagaimana dengan manusia yang berhati dan berjiwa?
Lebih spesifik kita ganti begini pertanyaannya: Mulai kapan ya, manusia bisa berbahasa? Atau siapakah yang pertama kali menemukan bahasa?
Tolong jawab dan diskusikan jawaban Anda dengan teman yang ada di sebelah Anda. Ehm, kalau Anda sedang sendiri dan tidak ada teman di sebelah Anda maka bisa Anda sampaikan kepada.... rumput yang bergoyang!

Mungkin Anda pernah mendengar seorang ahli bahasa berkata bahwa seorang anak bisa mulai ngomong lancar bila mereka telah mulai hafal 1000 kosa kata. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa bila Anda ingin bisa berbahasa Inggris dengan lancar salah satu caranya adalah Anda harus menghafal 1000 kosa kata bahasa Inggris.
Coba sekarang Anda hitung, ada berapa kosa kata Inggris (bukan Inggris Timur lho!) yang Anda hafal? (Kalau saya sih cuma hafal 3 kata: I, love, dan YOU, yang kalau dibaca dalam bahasa Madura: "Sengko' lebur ka be'n").
1000 kata itu kecil dibandingkan Ilmu yang diajarkanNya kepada KekasihNya, Nabi Pertama, Adam Alayhis Salaam.
Ia berfirman,

وعلم ادم الأسماء كلها


"Dan Dia (Allah) ajari Adam segala nama."


Sehingga Adamlah yang patut kita nobatkan sebagai Bapak Penemu Bahasa. Wallahu a'lam.

Tahukah Anda Bahwa WANITA TIDAK WAJIB MEMAKAI MUKENA KETIKA SHALAT?

 

Eits, jangan marah dulu...
Ini bukan analisa seorang anggota Jaringan Islam Liberal atau bahwa admin website ini telah diracuni dengan ideologi filsafat atheis. Bukan, bukan begitu.

Terus bagaimana?
Ceritanya ada seorang ustad dalam suatu ceramah bertanya kepada seorang wanita yang hadir. Perlu diketahui bahwa ibu itu hadir dalam acara pengajian itu cuma memakai selendang tipis yang sama sekali tidak menutupi rambutnya. Apalagi leher dan yang lainnya.

"Ibu saya mau tanya ya!"
"Ohya ustad, silahkan."
"Ehm, begini, ibu tadi pagi shalat?"
"Iya dong ustad."
"Pakai rukuh atau mukena?"
"Iya dong ustad."
"Kira-kira ibu tahu nggak, kenapa ibu pakai rukuh dalam shalat?"
"...(bingung)...Saya, yah, semua orang begitu ustad..."
"Oh begitu...." kata sang ustad sambil tersenyum. Kemudian beliau bertanya kepada seluruh audience.
"Ada yang t ahu nggak, kenapa wanita muslimah harus pakai rukuh waktu shalat?"
Hening. Hadirin berbisik-bisik di sana-sini. Kemudian ada yang memberanikan diri menjawab,
"Karena aturannya begitu ustad."
"Ahaa... aturannya. Kira-kira aturan itu anda temukan atau anda baca di mana?"
Hadirin diam, bingung mungkin.
"Atau begini, saya ganti pertanyaan saya. Apakah ada ayat al-Quran atau Hadis Nabi SAW yang memerintahkan agar para wanita memakai rukuh ketika shalat?"
Hadirin semakin bingung.
"Tidak tahu ustad..."
"Ada ustad..."
"Tidak ada ustad...!"
Bermacam-macam jawaban audience. Tentunya sesuai dengan kepahaman agama mereka.
"Waduh-waduh....!" Kata saNG ustad. "macem-macem ya jawabannya."
"Tolong jawab aja ustad."
"Baiklah, sebenarnya tidak ada satu ayatpun dalam al-Quran atau satu hadispun, YANG MEWAJIBKAN WANITA MEMAKAI RUKUH KETIKA SHALAT."
"Lhoo...? Masa iya ustad?"
"Tetapi yang ada adalah ayat dan hadis yang MEWAJIBKAN WANITA MEMAKAI RUKUH SETIAP SAAT. Baik di dalam maupun di luar shalat."
Ustad menyambung lagi...
"Wanita-wanita zaman awal Islam memakai 'Hijab', yaitu busana longgar dan tidak transparan yang menutupi seluruh tubuh. Kurang lebih mirip rukuh sekarang begitulah. Dan tentang warna bisa bermacam-macam, tidak harus putih."
...
Begitu sodara, pengajian yang aku ikuti. Kalau marah, jangan sama aku ya. Pliz.

JANGAN LUPA

Jangan lupa bahwa kita ini manusia.
Dan kita harus bersyukur atas keajaiban ini. Keajaiban? Ya. Karena kita jadi manusia sebenarnya bukanlah pilihan kita. Yang selain kita juga menjadi selain manusia bukanlah karena pilihan mereka.
Bahkan setelah kita menjadi manusiapun, untuk tetap bertahan menjadi manusia sama sekali bukan kesanggupan kita. Buktinya dahulu pada zaman Musa alayhissalaatu wassalaam ada sekelompok manusia yang sekonyong-konyong berubah menjadi 'monyet'. Kok bisa? Karena yang mengubahnya adalah Dia Yang NamaNya Boleh Disebut.... Allah Jalla Jalaaluhu.
Jangan lupa bahwa kita ini umat terpilih.
Dan kita harus bersyukur atas keajaiban ini. Keajaiban? Ya. Karena seluruh Para Nabi berdoa mati-matian agar dipilihNya menjadi bagian dari Umat ini, setelah proposal mereka untuk menjadi Nabi umat ini ditolak oleh Dia Yang NamaNya Boleh Disebut.... Allah Robbul 'Izzah.
Jangan lupa bahwa kita punya tanggung jawab dakwah di pundak kita. Tanggung jawab yang akan dipresentasikan progressnya nanti di Haudh di depan kedua orang tua kita, di depan guru-guru kita, di depan seluruh Para Nabi, di depan Sayyidul Anbiya wal Mursalin, Muhammad SAW dan di depan Dia Yang NamaNya Boleh Disebut.... Allah Subhanahu wa Ta'ala.
User
Password
Anda belum melakukan Login | Daftar | Lupa Password ??
Copyright © 2011 miftahul-ulum.org All Rights Reserved.